Geografi dan Demografi
Indonesia memiliki daratan seluas 1.91 juta km2., sekitar 60 persen berupa hutan.Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 13,000 pulau. Pulau terbesar adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Penduduk Indonesia tahun 2004 diperkirakan sebanyak 206 juta. Namun, distribusi penyebaran penduduk tidak merata, Jawa berpenduduk sekitar 120 juta orang; sedangkan Kalimantan sebanyak 20 juta. Kepadatan penduduk juga tidak merata. Kalimantan berkepadatan kurang dari 50 orang per km2. Sedang, Jawa berkepadatan lebih dari 900 orang per km2.  Tingkat pertumbuhan nasional penduduk Indonesia per tahun sekitar 2 persen. Sementara tingkat pertumbuhan penduduk perkotaan diperkirakan lebih dari 4 persen per tahun (1980-1990). Pada tahun 2000 sekitar 80 juta penduduk, atau 40 persen bermukim di daerah perkotaan. Perkotaan di Indonesia terdiri dari 15 kota metropolitan dan kota-kota besar yang berpenduduk sedikitnya satu juta jiwa, 40 kota sedang dengan penduduk antara setengah juta sampai dengan satu juta jiwa, kota kecil berpenduduk 20 ribu sampai dengan 100.000 jiwa, dan sekitar 3.200 pusat-pusat permukiman yang berpenduduk 3.000 sampai dengan 20.000 jiwa.
Administrasi dan Pemerintahan Indonesia terbagi atas 30 provinsi dengan kepala pemerintahan di bawah Gubernur, dan sekitar 439 kabupaten dan kota sebagai daerah otonom di bawah Bupati dan Walikota. Administrasi pemerintahan selanjutnya terbagi lagi menjadi lebih dari 3.200 kecamatan dan 64.061 desa. Kepala Pemerintahan adalah Presiden yang membawahi 3 menteri koordinator, sejumlah menteri dan menteri negara serta pejabat setingkat menteri. Salah satu dari departemen teknis yang berada dalam Kabinet Indonesia bersatu (2004-2009) adalah Departemen Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab atas pembangunan prasarana dan sarana, seperti jalan dan jembatan, pengairan, air bersih, sanitasi dan persampahan.
Ekonomi Semenjak krisis ekonomi pada tahun 1997, Indonesia sampai saat ini masih berupaya untuk mengatasi berbagai permasalahan finansial, ekonomi dan sosial untuk mengembalikan kepada kondisi ekonomi yang pernah dinikmati sebelumnya. Krisis ekonomi Indonesia telah mempengaruhi sektor perbankan dan juga sektor konstruksi (terutama sektor perumahan) serta manufaktur. PNB Indonesia menurun dari US$ 900 sebelum krisis menjadi US$ 200. Sejak itu Indonesia telah melaksanakan berbagai reformasi, diantaranya yang menonjol adalah penetapan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 25 Tahun 1999 tentang Distribusi Pendapatan, UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
|