Berita Berita
Puluhan Tahun, Warga Kamal Kesulitan Air Bersih

Jakarta  :  23 Januari 2012

 

Sumber : www.beritajakarta.com

 

BERITAJAKARTA.COM — 23-01-2012 17:27

Sudah puluhan tahun, warga RT 005 dan 004 RW 03 Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat kesulitan mendapatkan air bersih. Selain sambungan air PAM belum masuk ke wilayah itu, kondisi air tanah juga tidak laik dikonsumsi karena tercemar limbah industri sejak 10 tahun lalu. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan memasak dan mandi cuci kakus, warga terpaksa membeli air dari pedagang air keliling. Sementara bagi warga yang tidak mampu terpaksa mengonsumsi air sumur yang sudah terkontaminasi limbah.

Ketua RW 03, Egar Warman, mengatakan, kesulitan air bersih yang dialami sebanyak 1.700 kepala keluarga (KK) yang mendiami RW 03, termasuk 500 KK etnis Tionghoa yang mendiami Kampung Belakang RT 05, sudah mulai dirasakan warga sejak tahun 1985.

"Dulunya air tanah masih bisa digunakan meski sudah ada pabrik. Tapi sejak tahun 1985 sudah tidak bisa lagi karena baunya sudah semakin parah dan mengandung karat. Kalaupun ada wilayah lain yang masih pakai hanya untuk mencuci. Untuk air minum terpaksa harus beli,” ungkap Egar, Senin (23/1).

Untuk itu, warga berharap Pemprov DKI Jakarta segera membantu kesulitan warga dengan memasang sambungan air PAM ke wilayahnya.

"Sebenarnya, kami sudah berterima kasih kepada Pemprov DKI karena dulunya wilayah kami terisolasi akibat tak adanya jembatan penghubung. Namun sejak tahun 2005 sudah teratasi. Begitu pula jalan yang dulunya becek kini sudah diaspal. Tapi saat ini yang kami masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih," ungkap Egar.

Wakil Lurah Kamal, Mohammad Hatta  mengaku sudah mengetahui permasalahan yang dialami warga RW 03 tersebut. Pihaknya sudah menyurati operator air bersih Palyja untuk memasang sambungan air PAM ke wilayah tersebut. “Tapi alasannya hingga saat ini debit air di wilayah tersebut sangat kecil sehingga belum bisa direalisasikan,” tandas Mohammad.

 

 

 

 

 
Air Aetra Genangi Jl Letjen Sutoyo

Jakarta  : 22 Januari 2012

 

Sumber :  www.beritajakarta.com

 

 

BERITAJAKARTA.COM — 22-01-2012 16:14

Pipa milik PT Aetra di Jl Letjen Sutoyo, Cawang, Kramatjati mengalami kebocoran, Minggu (22/1). Diduga, bocornya pipa air tersebut sudah terjadi sejak pukul 05.00 pagi dan hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Alhasil, di sekitar lokasi kejadian timbul genangan setinggi 10-15 sentimeter. Warga pun coba memanfaatkan air tersebut untuk mencuci kendaraan bermotornya.

Aca (50), warga RT 04/09 Kelurahan Cawang mengatakan, hingga sore ini, belum ada tanda-tanda petugas terkait memperbaiki pipa yang bocor tersebut. "Sejak pagi tadi, warga juga berbondong-bondong datang ke sini untuk mencuci kendaraannya memanfaatkan air pipa Aetra yang bocor," ujar Aca, Minggu (22/1).

Ditambahkan Aca, ia dan warga lainnya sudah mengadukan kebocoran ini kepada pihak terkait. Namun, sejauh ini, laporan warga belum juga direspon.

Kepala Humas PT Aetra, Rika Anjulika menuturkan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui penyebab bocornya pipa tersebut. Namun, sejauh ini, pihaknya sudah menerjunkan petugas ke lapangan untuk mencari tahu penyebabnya. Pipa yang bocor memiliki diameter 200 milimeter dan ditanam dengan kedalaman sekitar dua meter.

"Petugas yang memperbaiki harus berhati-hati karena banyak terdapat jaringan utillitas milik unit lain di tempat yang sama. Petugas kami akan melakukan penggalian untuk mencari sumber kebocoran. Saat ini, suplai air bersih ke pelanggan PT Aetra sama sekali tidak terganggu karena kebocorannya terbilang kecil," katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Aetra Air Jakarta Tambah Panjang Pipa Jadi 5.937 Km

Jakarta  :  21  Januari 2012

 

Sumber :  www.mediaindonesia.com

 

JAKARTA--MICOM: PT Aetra Air Jakarta menambah sambungan pipa dari semula sepanjang 4.400 km bertambah menjadi 5.937 km hingga akhir 2011.

Biaya yang telah dikeluarkan perusahaan yang berkantor pusat di gedung Sampoerna Strategic Square Jakarta itu untuk proses penambahan tersebut mencapai Rp1,515 triliun. Jumlah itu rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan pipa.

"Pemeliharaan terhadap pipa lama harus terus dilakukan agar dapat menunjang pipa baru," jelas Yosua L. Tobing, Corporate Secretary PT Aetra Air Jakarta, Jumat (20/1).

Pipa yang sudah rusak harus diganti karena tekanan air pada pipa harus lebih besar dari tekanan air di luar pipa. Jika pipa pecah, air di luar pipa akan masuk ke dalam pipa dan menyebabkan air dalam pipa tercemar.

Proses pemeliharaan, penggantian, dan penambahan pipa bukanlah pekerjaan mudah. Letak jaringan pipa yang berada di bawah tanah membuat pengerjaan ketiga proses ini akan memakan waktu yang cukup lama.

"Pengeluaran yang sudah cukup besar akan dikompensasi dengan naiknya tarif yang dibebankan kepada para pelanggan," tambah Yosua.

Namun PT Aetra Air Jakarta tidak bisa menaikkan tarif jika tidak ada persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta. (*/OL-5)

 

 

 

 

 

 
PAM Siap Renegosiasi Kontrak Dengan Dua Operator

Jakarta  : 5 Januari 2012

 

Sumber  : http://metropolitan.inilah.com

 

INILAH.COM, Jakarta - Pergantian Direktur Utama (Dirut) Perusahan Air Minum (PAM) Jakarta Raya, ternyata tak menghentikan rencana renegosiasi kontrak dengan dua operator. Dijadwalkan renegoisasi tersebut dapat ditandatangani paling lambat pada April mendatang.

Direktur Utama PAM Jaya, Sri Widiyanto Kedari mengatakan upaya renegosiasi dengan dua operator yakni Aetra dan Palyja terus dilakukan. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pasal-pasal secara mendetail terkait dengan renegoisasi yang akan dilakukan.

"Dirut yang lama sudah mencoba renegoisasi, kita tinggal menyelesaikan dengan pasal-pasal," kata Sri, Jakarta, Kamis (5/1/2012).

Dijelaskan Sri, untuk sementara renegoisasi kontrak hanya akan dilakukan oleh salah satu operator, yakni Aerta. Sementara untuk Palyja PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) renegoisasi kontrak secepatnya akan dilakukan.

"Renegoisasi kontrak sudah kita sampaikan ke Aetra. Kita harapkan bisa berjalan dengan cepat, diperkirakan akhir Maret atau awal April sudah ditandatangani," jelasnya.

Lebih lanjut Sri menjelaskan, pihaknya dan Palyja secepatnya akan diselesaikan, karena hingga saat ini masih banyak kendala. Salah satunya Palyja masih kesulitan mendapatkan air baku. "Kesulitan Palyja sumber air baku sangat terbatas, hanya dari Tangerang dan Jatu Luhur," ujarnya.

Dirinya menambahkan renegosiasi ini juga terkait dengan penemuan BPK dan BPKP DKI Jakarta. "Penemuan dari BPK dan BPKP harus ditindaklanjuti oleh PAM untuk meminimalisir kerugian," kata Sri.

Sedangkan tambah Sri, rebasing atau perpanjangan kontrak juga tetap dilakukan pada tahun ini, untuk periode 2012 hingga 2017. Mengingat rebasing dilakukan setiap lima tahun sekali. [mar]

 

 

 

 

 
Akibat Kebocoran PAM Jaya Alami Kerugian Rp 7 miliar

Jakarta  :  27 Desember 2011

 

Sumber :  www.tribunnews.com

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya akan mengurangi tingkat kebocoran air di Jakarta. Sebab, dari kebocoran yang dialami, perusahaan menanggung kerugian terhadap tarif Rp7 miliar dan Rp2 miliar terhadap biaya produksi.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya Sri Widayanto Kader yang siap melanjutkan proses rebalancing dan renegosiasi perjanjian kerja sama (PKS) dengan dua mitra operator asing PT Palyja Air Indonesia dan PT PAM Lyonnaise Jaya.
Selain melanjutkan proses rebalancing mantan Direktur Teknik PAM Jaya ini memiliki 3 program lainnya yang akan diteruskan dalam 4 tahun masa jabatannya. Antara lain, membangun pipa baru untuk menerima aliran air dari Jatiluhur yang saat ini sedang dalam proses teknis di Kementerian PU.
Dilain sisi , Sri Widayanto juga akan meningkatkan ketahanan air di Jakarta yang saat ini baru 2% menjadi sekitar 15% hingga 20% dengan memanfaatkan 13 kali yang ada di Jakarta melalui teknologi-teknologi penyaringan air seperti membran Reverse Osmosis, Ultrafiltrasi, dan lainnya.

“Kapasitas air di Jakarta saat ini ada 17.865 liter per detik dari 13 kali, tapi hanya bisa mendapatkan air 400 liter perdetik, dengan teknologi mudah-mudahan bisa menaikan menjadai 15% hingga 20%,” ucapnya.

Terkait dengan Rebalancing menurutnya harus tetap dilakukan, renegosiasi yang berat ini juga harus diselesaikan. Ini sudah menjadi komitmen PAM Jaya kepada Gubernur untuk tetap dilanjutkan. Bila tidak pada 2020 saat kontrak berakhir utang perusahaan bisa mencapai Rp18,2 triliun” ujar Sri usai serah terima jabatan di kantor PAM Jaya, Jakarta, hari ini.

Dituturkan olehnya, dari total pendapatan keseluruhan PAM Jaya dari tarif dua operator Palyja dan Aetra sebesar Rp1,8 triliun, 80% di antaranya digunakan untuk membayar akumulasi kerugian shortfall untuk dua perusahaan tersebut.

Sementara perusahaannya hanya mendapatkan keuntungan 5% dari total pendapatan. Sementara, 15% diantaranya digunakan untuk membiaya utang perusahaan yang mencapai Rp790 miliar untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air.

Sebelumnya utang perusahaan sempat membengkak menjadi Rp2,1 triliun akibat adanya pinalti dan hal lainnya, namun sejak 2001 perusahaan mulai melanjutkan pembayaran sehingga ditargetkan pada 2015 seluruh utang tersebut dapat segera dilunaskan.

Namun sayangnya, Sri tidak dapat menyebutkan kapan proses renegosiasi dan rebalancing tersebut akan terselesaikan. Yang pasti, sambungnya, salah satu operator yakni PT Aetra telah menyetujui untuk menyelesaikan rebalancing pada Kuartal I 2012. Sementara Palyja menurutnya belum dapat dipastikan kapan dapat terselesaikan.

“Karenanya renegosiasi akan diusahakan terus kami usahakan secepatnya, dan utang juga harus segera diselesaikan sehingga uangnya dapat digunakan untuk investasi kembali. Bila tidak perusahaan akan terus merugi,” ucapnya.


Penulis: Budi Prasetyo  |  

 

Pasokan Air Bersih Aetra Terganggu Cetak E-mail

Jakarta   :  01 November  2011

 

Sumber  :  www.beritajakarta.com

 

BERITAJAKARTA.COM — 01-11-2011 17:02

Masalah pasokan air bersih tampaknya selalu menghantui warga ibu kota. Bagaimana tidak, sebagian besar pelanggan PT Aetra dalam beberapa hari terakhir, atau bahkan hingga beberapa hari ke depan terancam kesulitan mendapatkan air bersih. Pemicunya, sumber air di Kaliimalang yang dikelola PT Aetra, saat ini kondisinya keruh dan dipenuhi lumpur.

Kondisi demikian terjadi akibat curah hujan yang tinggi terjadi di kawasan hulu hingga banyaknya limbah cair yang di buang ke aliran kali. Alhasil, produksi pengolahan air bersih pun menjadi terganggu. PT Aetra mengaku, pasokan air bersih sudah terganggu sekitar empat persen dari biasanya.

Direktur Operasional PT Aetra, Lintong Hutasoit mengatakan, ambang batas normal tingkat kekeruhan air Kalimalang maksimal hanya 2.500 NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Namun, yang terjadi saat ini justru mencapai 13-14 ribu NTU. Akibatnya, PT Aetra pun telah menurunkan angka produksi air bersihnya di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Buaran hingga mencapai lima persen sejak Senin (31/10) kemarin. Padahal, jika kondisi normal, produksi air bersih di IPAL Buaran setiap harinya mencapai 4.900 meter per detik. Alhasil, akibat penurunan produksi air bersih itu, pasokan air bersih kepada warga pun menjadi terganggu.

"Sudah dua hari ini, sebanyak 62 pelanggan dari total sekitar 400 ribu pelanggan mengadukan keluhan ini kepada kami. Pasokan yang terganggu antara lain di Cililitan dan Pondokbambu," ujar Lintong, Selasa (1/11).  

Lintong menyebut, meski kondisi air di Kalimalang tidak sekeruh tahun lalu, namun ternyata tingkat kesulitan pengolahannya tetap sama. Ia menduga keruhnya air bukan hanya disebabkan curah hujan yang tinggi, tetapi juga banyaknya bangunan yang tidak sesuai dengan izin sehingga berdampak pada tergerusnya bantaran kali oleh air, hingga lapisan tanah pada bantaran kali juga menjadi rusak.

Untuk mengatasi masalah ini, ditambahkan Lintong, pihaknya mencoba memaksimalkan produksi meski dengan keterbatasan air baku. Selain itu, pihaknya juga meminta Perum Jasa Tirta II selaku penyedia sumber air baku untuk menambah pasokan air dari waduk Jatiluhur. Sebab, air dari waduk Jatiluhur kondisinya masih bersih. 

 
Beranda
Nasional
Pelanggan
Prakerjasama
Periode Kerjasama
Hukum
Keuangan
Tehnik
Lain - Lain
Polling
Apakah menurut anda tarif air bersih sangat tepat dinaikkan pada saat ini ?
 
Kami memiliki 11 Tamu online
TCP / IP Anda : 38.107.179.227